Menempuh jalan waktu di beberapa tempat di negara tercinta Indonesia dan berinteraksi dengan berbagai posisi jenis orang di negara tercinta Indonesia menghasilkan kesimpulan mengenai seberapa perhatian orang-orang Indonesia terhadap kemajuan Indonesia :
* Kebanyakan hanya sekedar mengkritik akan keterbelakangan Indonesia terhadap person atau kelompok yang tidak jelas.
* Kebanyakan hanya berangan-angan dan mengharapkan begini-begitu. tapi tidak ada aktualisasinya dalam mewujudkan harapan itu.
* Manakala ada beberapa orang yang mengupayakan inovasi, banyak yang melecehkan, dan kurang menghargai, tanpa adanya dukungan sepenuhnya.
* Kebanyakan masih merasa bahwa kemajuan bangsa bukan tanggung jawabnya, melainkan tanggung jawab kalangan tertentu.
Mari kita benahi kondisi yang tersebut dengan mulai dari diri masing-masing, dan berusaha untuk tidak mementingkan diri sendiri. Negara membutuhkan orang-orang yang militan, orang-orang yang tidak hanya mendasarkan.."Oh ini bukan tidak ada untungnya bagi saya, kok", atau "Kalau saya melakukan ini, nanti orang lain yang diuntungkan..", pemikiran-pemikiran sering merusak kepribadian walaupun sering tidak terasa.
Majulah kita semua.
Jumat, 31 Juli 2009
Senin, 20 Juli 2009
Pulang Kampung
Berbagai perasaan dan pikiran terbaharui setelah pulang kampung.
Rasanya penat juga untuk pergi lagi, hawa di yogya kalau malam dingin banget, sampe nyetutuk, tidur kalau kalau ndak pake jaket plus selimut, langsung nyekukruk.
Senang bisa, naik lion dari batam ke jakarta langsung di papak sama pak Dwi (rasane mboten kepenak kaleh pak Dwi), diajak muter2 kelapa gading lihat beberapa sekolah di Jakarta. Yang jelas sempat ketemu, jadi nanti mudah untuk datang sendiri dan tidak ngrepoti.
Naik bus ke Yogya, dapatnya jurusan Solo karena yang Yogya sore hari, ndak tahunya bisnya tidak lewat Yogya tapi lewat Semarang-Salatiga-Solo. Muter deh balik ke barat ke Yogya.
Lama tak lihat kampung, ternyata banyak perubahan, banyak pendatang, RS PKU Muhammadiyah baru di Gamping.
Lihat sepupu yang sudah pindah ke wonosari, disini ternyata malah lebih dingin, nggak kuat deh. Makan tongseng kambing muda di wonosari (ditukok-ke) rasane legit.
Enak tenan 2 minggu muter2 di kampung. Walaupun sempat masuk angin.
Rasanya penat juga untuk pergi lagi, hawa di yogya kalau malam dingin banget, sampe nyetutuk, tidur kalau kalau ndak pake jaket plus selimut, langsung nyekukruk.
Senang bisa, naik lion dari batam ke jakarta langsung di papak sama pak Dwi (rasane mboten kepenak kaleh pak Dwi), diajak muter2 kelapa gading lihat beberapa sekolah di Jakarta. Yang jelas sempat ketemu, jadi nanti mudah untuk datang sendiri dan tidak ngrepoti.
Naik bus ke Yogya, dapatnya jurusan Solo karena yang Yogya sore hari, ndak tahunya bisnya tidak lewat Yogya tapi lewat Semarang-Salatiga-Solo. Muter deh balik ke barat ke Yogya.
Lama tak lihat kampung, ternyata banyak perubahan, banyak pendatang, RS PKU Muhammadiyah baru di Gamping.
Lihat sepupu yang sudah pindah ke wonosari, disini ternyata malah lebih dingin, nggak kuat deh. Makan tongseng kambing muda di wonosari (ditukok-ke) rasane legit.
Enak tenan 2 minggu muter2 di kampung. Walaupun sempat masuk angin.
Langganan:
Postingan (Atom)
